Sahabat Sejati

Sunday, 16 September 2012

Syair Imam Syafie

Syair Imam Syafie rahimahullah yang telah dijadikan nasyid.

Luahan, rintihan dan seorang hamba yang mengharapkan rahmat keampunan dan belas kasihan daripada Tuhannya. Seorang hamba yang sentiasa merasakan betapa lemah dan tidak berdaya dirinya tanpa pertolongan dan pengawasan-Nya. Sesungguhnya pergantungan dan pengharapan kepada Allah SWT adalah pergantungan yang mutlaq, pergantungan yang teguh tanpa dapat dibinasakan oleh sesiapapun.

Terus mengharap kepada-Nya...

video

Kupersembahkan (rintihan) kepada-Mu Tuhan sekalian makhluk akan harapanku
Sekalipun aku seorang yang berdosa wahai yang Maha Pemberi dan Maha Pemurah
Bilamana keras hatiku dan terasa sempit perjalananku
Kujadikan rayuan (rintihan) daripadaku sebagai jalan untuk mengharapkan keampunan-Mu
Bilamana Engkau yang memiliki keampunan menghapuskan dosa yang berterusan ini
Kurniaan-Mu dan keampunan-Mu adalah merupakan rahmat dan kemuliaan
Bukankah Engkau yang memberi aku makan serta hidayah kepadaku
Dan janganlah Engkau hapuskan kurniaan anugerah dan nikmat itu kepadaku (walaupun aku seorang yang sentiasa berdosa)
Semoga Yang memiliki ihsan mengampunkan kesalahanku
Dan menutup dosa-dosaku serta setiap perkara yang telah lalu
Sekiranya Engkau ampunkan aku, ampunkan dari kederhakaan kezaliman, penganiayaan yang tak akan terhapus di hari berhimpun kesedihan
Namun jika Engkau membalas siksa terhadapku, aku tidak akan berputus asa
Sekalipun dosa-dosaku itu memasukkan diriku ke dalam neraka
Dia adalah seorang yang fasih ketika menyebut dan mengingati Rabbnya
Dan bila dia bersama selain tuhannya di dunia ini dia membisu
Dia (Rasulullah SAW) berkata: Kekasihku, Engkaulah tempatku meminta
Cukuplah Engkau bagi yang berharap sebagai tempat bergantung dan memohon
Kupelihara kasihku yang dicemari nafsu
Dan kujaga janji kasih yang telah tercalar
Di saat kujaga, aku rindu di saat kulelap, aku berharap
Mengiringi langkahku dengan penuh semangat dan berulang-ulang
Sesungguhnya dosaku adalah besar sejak dulu dan kini
Namun (ku tahu) keampunanmu yang mendatangi hamba adalah lebih agung dan lebih mulia

0 comments:

Post a Comment